Andika dan Anniesa Sumber: Kompas Sudah lihat foto bibir Annisa Hasibuan bertabur kristal Swarovski? Atau fotonya yang menggunakan jubah putih bulu-bulu di tengah salju? Atau mungkin Anniesa sedang berpose manjah di pepohonan musim gugur? Foto Anniesa bercadar? Juga bahkan foto Anniesa tanpa make up dalam bui? Sudah tahu apa merek tas dan harga busana yang dikenakan Anniesa? Berapa biaya perawatan wajahnya dan make up apa yang digunakannya? Media kita memang sangat kreatif ketika harus mengelaborasi dan mengomentari kehidupan perempuan. Entah perempuan ini tersangka kriminal, atau seorang menteri sekalipun. Berita soal tato dan rambut baru Menteri Susi pada suatu kala melebihi berita tentang kebijakannya dan pencapaiannya dalam melindungi nelayan lokal. Pernah juga baca berita tentang jam tangan merah punya Menteri Sri Mulyani dan betapa sederhana baju batik yang dikenakannya? Atau cat rambut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom? Sementara itu, apa kita...
Back when I had recently arrived in Phnom Penh, I struck up a conversation with, what I was hoping, a potential new friend at the birthday party of a mutual friend. She was born and raised in Cambodia but had lived in the US for a bit. Our conversation went like this: Her: So, what are you going to do in Cambodia. Me: I guess I will try to find a job. Her: Oh, do you even have any qualification? Me: What do you mean? (I was a bit confused) Her: Do you even have a degree? Did you to school? Like a formal education? Me: (I start to feel uncomfortable), ummm… I guess, yeah… Her: You know that I work with all of these people, right? (at that time we are in a bubble of white people who live in Phnom Penh) You know that I work with them, right? (she repeated herself) I have a qualification, I am qualified. I went to school in the US. I plan to get my master degree in the US. That would be easy for me. Anyway, what is your undergrad? Me: communication, but my m... (she cut me) He...
Pekan lalu, banyak akun yang saya ikuti di twitter (di antaranya yang saya ingat @ardiwilda, @masjaki dan @fotodeka) mengomentari seseorang yang menyebut dirinya ustad. Penasaran, akhirnya saya intip lini masa ustad ini. Si ustad rupanya baru menerbitkan buku yang kelihatannya menolak hubungan pacaran, menyarankan agar putus saja, dan dilanjut pacarannya dalam pernikahan. Menurut dia pacaran adalah tidak syar'i, tak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan haram. Saya tak akan membahas persetujuan atau ketidaksetujuan tentang boleh-tidaknya pacaran. Karena bagi saya, kamu bisa memiliki pandangan apapun, asalkan ada argumen kuat di balik pandangan tersebut. Nah, selama proses mengintip beberapa lini masanya hari itu (saya belum cek lagi sesudah itu), yang mengganggu adalah argumen-argumen si ustad. Tak banyak sih yang saya baca dari lini masa si ustad, hanya ada beberapa hal, itu pun sudah membuat saya melongo: 1. Masa sih pacaran pegangan tangan doang, pasti pingin yang lain-lain dong. P...
Comments
Post a Comment